KORANSINDO.TOP - Dua pelaku pembacokan terhadap Hermansyah, Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliyama (31), diperiksa langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan. Hal ini ketahui melalui foto yang beredar di media sosial. Pelaku diperiksa dalam ruangan dengan suguhan teh manis dan makanan ringan.
Foto itu pun langsung viral. Sejumlah netizen mempertanyakan apa istimewanya pelaku pembacokan hingga disuguhi makanan dan ditemui langsung oleh jenderal bintang dua. Foto diberi tulisan merah besar 'Pantaskah?'
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menilai justru cara Kapolda seperti itu adalah bagian dari strategi penyidikan. Selain itu, langkah ini merupakan bagian dari kontrol pimpinan terhadap kerja anak buah.
"Saya kira polisi zaman modern ya harus humanis. Perlakukan manusia semestinya. Yang diperangi adalah perbuatannya," kata Edi, Kamis (13/7).
Menurutnya, bukan lagi zamannya polisi memakai kekerasan untuk mengejar informasi dari penjahat. Justru, lanjutnya, dengan suasana santai tanpa ada tekanan pelaku bisa saja mengakui perbuatannya tanpa ada intimidasi.
"Bisa saja anak buah merekayasa kasus yang ditanganinya. Dan kapolda bisa mengontrolnya langsung. Ini bagian pengawasan," tutur eks komisioner Kompolnas itu.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto tak mempermasalahkan cara Kapolda mengorek informasi. Menurutnya, hal itu bagian dari pendekatan agar bisa menangkap tiga pelaku lainnya.
"Polri dari sisi humanis, pertama adalah asas praduga tak bersalah. Walau dia sudah ngaku, tapi masih dalam proses kepolisian dianggap belum bersalah. Kedua, bahwa pak Kapolda makan dengan tersangka dalam rangka pendekatan. Kemungkinan dia akan lebih mengungkapkan sesuatu yang lain dari sisi humanisnya. Jadi enggak ada masalah," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/7).
Menurutnya, hal seperti itu jangan dianggap untuk memberi perlakukan khusus terhadap dua tersangka. Pelaku diketahui bekerja sebagai debt collector atau penagih utang.
"Tidaklah. Semuanya kita lakukan sama. Kadang polisi harus memancing dulu, kita ajak makan dulu, supaya lebih terbuka," tuturnya.
Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul menilai bahwa cara-cara seperti itu bukan hal yang harus diperdebatkan. Menurutnya, strategi itu dilakukan seorang pimpinan untuk mendapatkan informasi secara lengkap.
"Hal ini suatu yang biasa, bahkan kadang-kadang seorang pimpinan di suatu kesatuan ikut di dalam sel untuk berbicara kepada mereka yang dianggap memiliki informasi penting yang tidak mau dikeluarkan untuk penyidik," kata Martinus di kantornya, Rabu (12/7).
Menurutnya, para tersangka yang memiliki informasi lengkap terkadang susah untuk memberikan keterangan karena situasi kurang nyaman. "Dalam situasi terkadang berhadap-hadapan di depannya ada komputer, ada PC tidak akan keluar penjelasan dari yang bersangkutan, sehingga dilakukan upaya lain," katanya.
"Jadi teknik-teknik dan taktik dalam melakukan pemeriksaan itu mengungkap sebuah kebenaran dilakukan dengan berbagai cara. Kalau cara ini adalah cara yang humanis," tambahnya.
Dalam foto itu nampak Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, dan Kapolres Depok Kombes Herry Heriawan. Foto diambil di Pos Polisi Halim. Tersangka dibawa untuk diperiksa dan mencari barang bukti pisau.
"Sehingga dilakukan interogasi oleh Kapolda. Hal yang wajar sebagai atasan penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Blogger Comment
Facebook Comment