Demi Dianggap Masih Perawan, para PSK Manfaatkan Belut. Kok, Bisa?

Demi Dianggap Masih Perawan, para PSK Manfaatkan Belut. Kok, Bisa?

ratuq9.net

 

KORANSINDO.top -  Kepolisian belum lama ini berhasil membongkar sebuah jaringan prostitusi. Jaringan ini beroperasi menjebak beberapa pria dengan menawarkan sejumlah gadis yang disebut masih perawan dan mencari uang untuk biaya pengobatan ibu mereka yang sakit.

Menurut Informan jaringan ini mencari pelanggan dengan menggunakan pesan singkat telepon genggam atau lewat aplikasi WeChat, Line dan Twitter. Lewat berbagai saluran itu, jaringan ini mengunggah pesan dari beberapa gadis "perawan" yang mencari sejumlah uang untuk biaya pengobatan ibu mereka yang sakit di desa.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, seorang polisi melakukan penyamaran dan berhasil menjalin kontak dengan seorang PSK bernama Vania lewat aplikasi WeChat. Saat keduanya bertemu, polisi langsung menahanVania.

Di hadapan polisi, perempuan kelahiran 1990-an itu mengatakan bahwa dia diperkenalkan dengan jaringan ini oleh seorang teman dari kampung halamannya .

Vania menambahkan, setidaknya terdapat 10 orang asal Kampung Halaman nya yang terlibat dalam operasi penipuan itu. Tak hanya menangkap Vania, polisi juga menanan tersangka pemimpin jaringan ini, Dedy, dan belasan orang lainnya.

Seorang perwira polisi mengatakan bahwa jaringan penipu dan prostitusi ini beroperasi di berbagai kota.

"Jaringan ini sangat terorganisasi dengan baik, dan tiap anggota memiliki tanggung jawab spesifik. Saat mereka berada di lokasi baru, maka pemimpin jaringan akan membeli data personal secara ilegal," ungkap Hery

"Selanjutnya, dua tersangka lainnya, Sisi dan Viri, mengirimkan pesan lewat nomor sementara. Lalu Simar mengirimkan PSK ke lokasi yang dituju, tempat konsumen setuju untuk bertemu," tambahnya

Selanjutnya, para PSK yang juga menjadi tersangka, yaitu Nhi, Olive, dan Yani,  menggunakan darah belut yang sudah diserap dalam spon untuk dipalsukan sebagai darah perawan mereka.

"Harga layanan untuk para gadis itu bervariasi antara 1.5jt S/d 4.5jt Sejauh ini, kelompok tersebut sudah terbilang sukses menjalankan aksinya ..



Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment